10 Tips Membeli Seamless dan Wireless Bra

 


Ada nggak disini yang menganggap pakaian dalam itu sebagai kebutuhan sekunder? Yang berpikir begitu karena merasa pakaian dalam itu tidak terlihat bukan? Soalnya aku dulu begitu, apalagi sebelum kondisinya mengharuskanku membeli pakaian dalam sendiri. Dulu urusan underware selalu dihandle sama Ibu, aku tinggal pakai. Bahkan saat pertama kali akan membeli underware sendiri, aku nggak tahu ukurannya. Hiks.

Semakin dewasa aku menyadari kalau underware itu kebutuhan primer dan mulai membuat jadwal belanja underware satu kali setahun dengan asumsi, underware yang berkualitas dengan perawatan yang benar bisa awet sekitar 2 tahun. Kali ini aku mau sharing soal breast holder atau bra. Bra branded pertama yang aku beli sendiri adalah Wacoal. Biasanya ada diskon akhir tahun yang lumayan besar di websitenya. Jadi jadwal rutinku belanja bra biasanya di akhir tahun.

Bra yang dirancang khusus untukmu

Aku pernah menonton film yang menceritakan tentang profesi designer bra yang menjual custom made bra agar benar-benar pas dengan ukuran si pemakai. Seperti tubuh manusia, area dada juga berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Di film itu diceritakan pemeran utamanya sering mengalami sakit leher dan bahu. Jadi sering memilih untuk tidak pakai bra. Kemudian temannya menyarankan untuk custom made bra agar bra yang dipakai sesuai dengan bentuk tubuhnya. Ternyata setelah diukur, posisi bahu dan payudaranya memang tidak simetris sehingga bra yang dijual di pasaran kurang pas setiap dipakai dan membuatnya sakit leher dan bahu.

Prosesnya custom made bra sama seperti membuat baju. Diukur, memilih model yang diinginkan, memilih bahan lalu proses produksi. Aku tidak tahu apakah di Indonesia sudah tersedia jasa custom made bra. Mungkin teman-teman bisa sharing di kolom komentar kalau ada yang tahu jasa custom made bra :)

Baca juga : Pilihan skincare untuk kulit sensitif dengan dermatitis

Perbedaan memilih bra sebelum dan setelah punya anak

Sebelum punya anak, aku selalu memilih bra yang cantik, dengan padding dan wire (berkawat). Tapi setelah punya anak dan menggunakan bra menyusui selama 2 tahun, aku mulai malas memakai bra berkawat lagi. Rasanya sesak, nggak nyaman. Sejak itulah aku mulai hunting bra yang dipakai tetap tampil cantik dan juga nyaman. 

Awalnya aku membeli wireless bra (bra tanpa kawat) tapi masih tetap kurang nyaman saat dipakai tidur. Sejak menyusui saya jadi terbiasa memakai bra saat tidur. Setelah berhenti menyusui aku tetap memakai bra saat tidur dengan alasan jika terjadi kondisi darurat seperti gempa bumi atau kebakaran, aku masih berpakaian layak untuk kabur secepatnya. Selain itu, terlalu sering tidak menggunakan bra juga akan membuat payudara kehilangan penyangga sehingga jika aktifitas terlalu aktif, bisa terjadi kerusakan ligamen cooper (jaringan ikat yang menjaga struktur payudara) sehingga payudara mengendur dan kondisi ini bisa diperparah oleh faktor usia dan gravitasi bumi.

Akhirnya aku menemukan opsi seamless bra yang didesain untuk menghindari jiplakan bra saat memakai baju yang tipis atau ketat. Namun fungsi utama yang aku cari adalah kenyamanan dan kemampuan menyangganya yang oke. Aku tidak langsung menemukan seamless bra yang oke kok. Aku mencoba beberapa merek sampai akhirnya setelah setahun mencari, aku bisa menemukan trik membeli seamless bra berkualitas versiku.

Cara mengukur bra yang benar

Saat membeli bra, Kamu akan menemukan tiga tipe ukuran. Ukuran UK/US yaitu ukuran dalam satuan inchi seperti 32, 34, 36, 38 dan seterusnya. Ukuran EU/Asia yaitu ukuran dalam satuan cm seperti 70, 75, 80, 85 dan seterusnya. Dan ukuran yang lebih umum seperti S, M, L, XL dan seterusnya yang biasanya digunakan pada seamless bra atau miniset. Seamless bra biasanya diukur berdasarkan lingkar dada underband dan ditujukan untuk wanita dengan cup dada maksimal ukuran C.

Bagian-bagian bra yang perlu kamu ketahui
Sumber : younghearts.co.id

1. Mengukur lingkar bawah dada

Lingkar dada yang dimaksud disini adalah area di bawah payudara (underband) untuk mengetahui nomor ukuran bra.

Jika hasil pengukuran genap, tambahkan 4 inchi
misal : hasil 32, lingkar dada bra yang harus kamu beli : 32 + 4 = 36

Jika hasil pengukuran ganjil, tambahkan 5 inchi
misal : hasil 33, lingkar dada bra yang harus kamu beli : 33 + 5 = 38


2. Mencari ukuran cup

Aku lebih senang mencari ukuran cup dengan satuan inchi karena terasa lebih mudah. Caranya dengan mengukur lingkar payudara (lingkar terluar payudara tepat diatas puting) dalam inchi.

 Rumus : Lingkar Payudara - Lingkar Dada = Ukuran Cup 
 Contoh : 36 - 34 = 2 artinya cup bra kamu adalah B

Jika hasil 0 inchi = cup AA
Jika hasil 1 inchi = cup A
Jika hasil 2 inchi = cup B
Jika hasil 3 inchi = cup C
Jika hasil 4 inchi = cup D
Jika hasil 5 inchi = cup DD atau E
Jika hasil 6 inchi = cup DDD atau F
Jika hasil 7 inchi = cup G
Jika hasil 8 inchi = cup H

Masalah yang terjadi jika memakai bra dengan ukuran yang salah

Bra yang salah ukuran pasti akan menimbulkan rasa tidak nyaman saat digunakan. Sebaiknya segera ganti bra Kamu jika kamu merasakan satu atau lebih dari ciri-ciri bra salah ukuran di bawah ini :
  1. Sakit leher dan tulang punggung
  2. Lecet atau iritasi kulit
  3. Bentuk payudara berubah karena tidak disupport dengan benar
  4. Resiko kanker payudara karena tekanan yang berlebihan

Tanda ukuran bra kamu sudah benar

Saat Kamu memilih bra yang tepat, sudah pasti bra terasa nyaman digunakan. Tapi jika belum yakin, Kamu bisa melihat ciri di bawah ini:
  1. Bagian kawat tidak menekan bagian dada hingga sakit. Aku punya satu bra berkawat yang nyaman banget. Bagian underwire-nya tidak terasa menekan atau menimbulkan bekas saat dipakai.
  2. Cup mengcover dan menempel dengan sempurna pada payudara, tidak ada celah.
  3. Posisi strap tepat ditengah bahu, tidak merosot atau tertarik ke arah leher.
  4. Underband menempel dengan sempurna, tidak sakit tapi tidak mudah bergeser juga saat beraktifitas.
  5. Lingkar bra menempel sejajar, bagian belakang dan depan tidak lebih tinggi atau lebih rendah.

Tanda bra kamu harus diganti

Nah kalau list di bawah ini adalah tanda Kamu harus segera mengganti bra kesayanganmu dengan yang baru. Nggak mau dong aset Kamu tidak tercover dengan maksimal.
  1. Bahan kain sudah rusak atau belel
  2. Tali dan area sekeliling bra mulai longgar
  3. Cup mulai berkerut
  4. Penyokong depan sering naik sehingga harus sering dibetulkan
  5. Kawat bengkok dan keluar dari tempatnya

Jenis-jenis bra yang perlu kamu tahu

Kalau dijabarkan kayaknya bisa ada lebih dari dua puluh jenis bra deh. Dari segi bentuknya aja banyak banget tapi beberapa memang mirip. Berikut ini beberapa bra yang umum ditemukan di pasaran.

jenis-jenis bra yang harus kamu ketahui
Sumber : pinterest

1. Push up bra

Dari namanya udah jelas fungsinya adalah memberi support maksimal untuk payudara. Tampilan payudara akan terangkat dan bervolume karena bantalan busa di bagian bawah dan depan. Push up bra bisa berkawat dan tanpa kawat (wireless).

2. T-shirt bra

Wireless, biasanya dibuat dari bahan kain yang menyerap keringat. Mirip miniset. Nyaman untuk digunakan untuk beraktivitas ataupun dipakai saat tidur. Ini salah satu pilihan bra yang sering aku gunakan di rumah

3. Strapless bra

Sesuai nama, desainnya tanpa tali dengan underwire untuk menyokong payudara dan dengan kancing pengaman. Kamu hanya perlu memastikan ukurannya pas agar tidak merosot saat dipakai #ups

4. Bandeau bra

Sebut saja bra kemben. Tanpa tali, pengait, kawat ataupun cup. Dipakai dari atas seperti memakai miniset. Tapi beberapa produsen sudah mengkombinasikan jenis bra ini dengan strap, underwire dan pad.

5. Sport bra

Sesuai namanya, jenis bra ini ditujukan untuk bergerak aktif tapi tetap nyaman dan biasanya dibuat tanpa kawat.

6. Balconette bra

Bra dengan cup bulat tapi tidak full cup. Dilengkapi underwire. Ideal untuk wanita dengan ukuran cup payudara yang besar. 

7. Plunge bra

Plunge bra ditujukan untuk Kamu pecinta baju low-cut dan V-neck karena bra ini memiliki belahan rendah tapi tetap menopang payudara dengan baik. Biasanya dilengkapi dengan underwire.

8. Bralette

Memberikan support minimum dengan bentuk mirip bikini. Fungsinya lebih seperti menutupi payudara saja, dengan potongan rendah, wireless dan no cup. Cocok untuk payudara dengan ukuran kecil atau rata-rata. Sering juga dipakai sebagai inner outfit untuk kesan seksi.

9. Full cup bra

Didesain untuk Kamu yang menyukai bra yang bisa menutup sempurna. Biasanya dengan tali yang tebal dan kokoh serta underwire. Paling cocok untuk wanita dengan ukuran payudara besar.

10. Padded bra

Bra tanpa kawat yang menutup puting dengan baik. Cocok untuk wanita dengan ukuran payudara kecil karena membuat tampilan payudara penuh berisi.

11. Training bra

Jenis yang biasa kita sebut miniset. Untuk remaja dengan payudara sedang tumbuh tapi belum pas memakai bra ukuran standar.

12. Triangle Bra

Fokus ke bentuk cup segitiga yang akan mengcover sempurna payudara small-medium size. Tidak akan jiplak saat memakai kaus dan menaikkan volume dada. Tersedia pilihan underwire atau wireless.

13. Seamless bra

Seperti namanya, jenis bra ini dirancang menempel kulit, tanpa jahitan atau dengan sedikit sekali jahitan. Bahan yang digunakan strechable dan tipis sehingga menempel dengan sempurna di kulit. Jenis seamless bra ada beberapa :
  • Padded seamless bra. Bra seamless dengan pad yang memberikan bentuk yang oke dan support yang baik tapi tetap nyaman. Padded seamless bra biasanya removable pad atau moulded cup (cup tanpa jahitan) sehingga saat menggunakan baju, tampilan bra tetap seamsless dan pad bisa Kamu lepas jika diinginkan. 
  • Push up seamless bra. Memberikan efek push up tapi tetap seamless. Support push up ini bisa dari pad ataupun dengan adanya wire.
  • A wireless t-shirt bra. Favoritku! Bra seamless, wireless, tapi tetap kasih support oke. Bentuknya seperti miniset tapi untuk wanita dewasa.

Sepuluh tips membeli seamless dan wireless bra

Seamless bra paling ideal untuk payudara dengan cup A sampai C atau small-medium size karena untuk ukuran cup yang lebih besar, kemampuan supportnya kurang maksimal. Berikut beberapa tips untuk kamu saat membeli seamless bra :

1. Pastikan ukuran yang kamu beli tepat

Karena jika terlalu kecil, bra akan mudah tertarik ke atas saat kamu bergerak. Jika terlalu besar, support yang diberikan tidak maksimal.

Untuk wanita dengan small-medium size seperti cup A/B, gunakan seamless wireless bra tanpa pad untuk malam dan seamless wireless bra dengan pad untuk siang hari agar payudara tidak mudah kendur.

Untuk size cup C keatas, disarankan memilih bra kawat untuk support maksimal. Banyak testimoni orang yang membeli wireless bra mengatakan support bra tersebut kurang baik. Dugaan saya hal itu karena size cup payudara yang besar sehingga dibutuhkan wire untuk menopangnya.

2. Seamless bra tidak sama dengan wireless bra

Seamless bra bisa memiliki kawat (wire) atau tanpa kawat (wireless). Jika kamu pecinta wireless bra, pastikan seamless bra yang kamu beli tanpa kawat.

3. Bagian sayap

Pilih bahan samping (bagian sayap) yang tidak mudah melar namun elastis sehingga bisa menopang payudara dengan baik. Seamless bra biasanya dibuat dengan cara menempelkan bahan bukan dijahit. Tapi sebisa mungkin pilih yang memiliki banyak bagian yang direkatkan atau pilih yang tanpa sambungan sama sekali agar kuat.

Banyak bagian yang direkatkan dan
dengan sambungan dibagian sayap ke bagian depan


Hanya direkatkan di bagian sisi luar tapi tanpa sambungan

4. Sedikit jahitan itu penting

Sedikit jahitan pada bagian sambungan itu penting. Dari pengalamanku setahun rutin menggunakan seamless bra yang memiliki sambungan tapi tidak dijahit, hasilnya lem perekatnya terlepas. Sedangkan yang dengan sedikit jahitan masih awet sampai sekarang.

Bagian yang ditempel dan terlepas
setelah pemakaian rutin setahun

Jahitan antar sambungan bahan

Jika ada sambungan antar bahan, pastikan ada sedikit jahitan

5. Memilih pad

Pada seamless bra, jika menggunakan pad, pilih removable 3D pad yang akan memberikan support maksimal sekaligus bisa dilepas. Aku melepaskan hampir semua pad pada seamless bra yang aku punya. Rasanya lebih natural dan nyaman tanpa pad. Jika ingin menggunakan pad, aku memilih seamless wireless bra dengan pad non-removeable karena terlihat lebih natural dan nyaman dan biasanya aku gunakan untuk siang hari.

Kiri : removable 3D pad
Kanan : non-removeable 3D pad

Kamu juga bisa mendapatkan efek push up dari teknologi push up tanpa pad. Contohnya wireless bra tanpa pad dibawah ini. Namun teknologi ini biasanya hanya tersedia untuk size cup A dan B.

Lapisan material tipis yang akan memberikan efek push up


6. Strap

Pilih strap berbentuk tali yang kecil dan adjustable. Jika tidak adjustable seperti contoh bra yang belakang, sulit menyesuaikan tali dengan ukuran badan. Dan dari pengalaman saya, strap yang kecil akan terasa lebih adem atau tidak gerah karena bagian yang menempel di kulit hanya sedikit. 
 
Jenis strap


7. Pilih bra dengan pengait

Baik seamless bra atau bukan, pilihlah yang memiliki pengait dengan jumlah tiga kaitan. Tiga pengait ini akan memaksimalkan fungsi bra, mengurangi kerja bahu dan punggung dalam menopang sehingga lebih nyaman dan membuat bra lebih awet. Bra dengan pengait akan membuat kamu leluasa mengatur ukuran lingkar dada saat dipakai. Pengalamanku saat memakai bra model miniset yang tanpa pengait dan dipakai dari atas itu terasa lebih gerah dan ribet dibanding cara pakai bra yang memiliki pengait.

Pilih dengan tiga kaitan

8. Warna bra terbaik

Pilihan warna nude, cream atau warna kulit wajib kamu punya karena paling aman dikombinasikan dengan baju warna apapun terutama outfit berwarna cerah dan tipis. Aman karena tidak akan terlihat menjiplak. Pilihan warna lain yang aku suka adalah hitam karena tidak mudah terlihat belel, berbintik hitam dan terlihat sangat edgy. Tapi sebenarnya pilihan warna kembali ke selera masing-masing ya.

9. U-back design

Untuk kamu yang ingin mengurangi tampilan lemak, pilih bra dengan u-back design. Model ini akan mengcover punggung dengan maksimal dan menyembunyikan lemak nakal dibagian punggung.

Sumber : pinterest

10. Wireless bra yang tidak seamless

Jenis wireless bra yang tidak seamless cocok dipakai untuk bergerak aktif di siang hari karena lebih kokoh dalam memberikan support pada payudara. Kamu bisa pilih wireless bra dengan padding biasa, moulded pad (3D pad), atau push up tanpa pad. Sedangkan seamless wireless bra cocok dipakai saat tidur di malam hari agar lebih nyaman. 

Wireless bra dengan moulded pad

Seamless wireless bra dengan removable pad

Perawatan bra yang baik dan benar

Penting merawat bra kamu dengan baik karena akan memperpanjang umur pemakaiannya. Pengalamanku memakai seamless bra dengan perawatan "ngasal" dan pemakaian rutin membuat masa pakainya hanya satu tahun. Jika dirawat dengan benar, seamless bra seharusnya bisa bertahan hingga dua tahun. Berikut beberapa tips perawatan bra yang perlu Kamu ketahui :
  1. Baca petunjuk pemakaian karena penting menyesuaikan treatment bra sesuai dengan jenis bahannya.
  2. Saat menjemur, jepit di bagian yang tidak gampang melar seperti strap atau pengait
  3. Kebanyakan bra pasti disarankan untuk dicuci terpisah dan dengan warna senada, dicuci dengan tangan, tidak dijemur langsung dibawah matahari dan tidak disetrika. Masukkan bra ke dalam laundry bag jika ingin dicuci dengan mesin cuci dan sebaiknya tidak dikeringkan dengan mesin pengering.
  4. Simpan di laci terpisah atau di dalam kotak organizer.
  5. Langsung cuci bra kamu atau di angin-anginkan lebih dulu hingga kering jika tidak dicuci langsung setelah pemakaian. Jangan ditumpuk saat lembab keringat karena akan membuat timbul bintik hitam.
Bintik hitam karena lembab

Gimana ladies? Sudah ada gambaran ya apa yang perlu diperhatikan sebelum jajan seamless dan wireless bra? Penting untuk kita membeli underware yang berkualitas demi menjaga "aset" kita. Semoga artikel ini membantu ya. Luv!

Sumber : 

No comments