Kriteria Memilih Sekolah Pertama Anak


Bismillah...

Menyempatkan diri untuk buat catatan sekolah ini mumpung excited BTS week masih terasa. Momennya sudah banyak dituangkan dalam instagram pribadi Kin, tapi aku ingin merangkum dengan lengkap perjalanan Kin masuk ke sekolah ini. Maklum anak pertama yang pertama sekali sekolah. Disclaimer! artikel ini mengandung value pribadi dan prinsip pengasuhanku sehingga pasti jelas sekali pro-kontra antar sekolah yang dibandingkan. Be wise on your read please 🙏🏾.

Perkenalanku dengan Sekolah Alam

Tanggal 15 Juli 2024, Kin resmi menjadi murid TK-B Sekolah Alam Cendekia. Nggak menyangka doa yang aku gaungkan bahkan jauh sebelum menikah Allah kabulkan. Saat bekerja dulu, nggak jauh dari area kosanku ada Sekolah Alam Bogor (SABo), kebetulan keponakan teman sekantorku ada yang sekolah di SABo. Dari cerita-ceritanya aku langsung jatuh cinta sama konsep sekolahnya, cuma agak jiper sama biaya sekolahnya (wkwkwk, gataunya sekarang saat melihat biaya di sekolah lain, sekolah alam masih masuk akal menurutku). Sempat juga memberanikan diri mengirimkan CV untuk bisa bekerja sebagai guru atau administrator di sana supaya bisa merasakan vibe dan bisa punya koneksi biar kelak anakku lebih mudah sekolah disitu (jauh ya planningnya 🫢)

Seiring berjalan waktu, niat tersebut terlupakan bersama kenyataan kalau aku nggak diterima bekerja di sekolah tersebut. Lalu jaman Kin balita, mulai ngobrol sama tanteku tentang sekolah anak. Tante berpesan untuk memberikan sekolah yang memiliki penanaman akidah dan akhlak yang baik untuk pondasi anak (kedua anak tante SD di SDIT btw). "Nggak papa SMP atau SMA di sekolah negeri, yang penting basic TK dan SDnya harus kuat dan bagus" kata Tante. Aku mengamininya, karena untuk menjadi pohon tinggi yang kokoh, akar memang harus kuat. Apa-apa yang anak terima dari lahir sampai baligh, harus menjadi akar yang kuat untuknya menjalani masa dewasa. Terutama dari sisi agama pastinya.

Kurikulum Berbasis Al-quran

Kelas online dengan Teh Nca dan Kang Zaqi

Dalam perjalanan membersamai Kin, masalah makan dan pencernaannya membawaku dalam perjalanan belajar healing secara holistic. Dari situ aku paham pembagian umur anak laki-laki per 8 tahun dan anak perempuan per 7 tahun. Dari situ pula aku mengetahui layer tubuh mana sih yang butuh distimulasi sesuai umurnya. Kemudian aku bertemu dengan Teh Nca dan Kang Zaqi di kelas online Bubby pada Februari 2022 (umur Kin saat itu baru 4 tahun) yang memberikanku insight tentang pendidikan seperti apa sih yang seharusnya kita berikan kepada anak based on Alquran. Teh Nca dan Kang Zaqi adalah pemilik White Bee School of Life di Bandung yang konsep sekolahnya Fitrah Based Education. Tentu aku nggak mungkin menyekolahkan Kin disana, berhubung jauh sekali jarak Bogor-Bandung. Sementara untuk mengambil kelas online, aku merasa baik aku maupun Kin nggak akan kondusif dalam prosesnya (sudah pernah mencoba Alkindi Online Preschool).

Modul Kelas Online Alkindi

Setelah kelas itu, aku langsung punya gambaran terkait pendidikan seperti apa yang akan aku usahakan untuk Kin. Sejujurnya aku nggak terlalu rajin ikut kelas atau mencari tahu tentang pendidikan anak. Bukan tipikal ibu yang survey ke berbagai sekolah, nanya ke teman-teman atau berselancar di dunia maya untuk kepoin sekolah di sekitar rumah. Fokus utamaku selalu terkait kesehatan mengingat perkembangan anak di tujuh/delapan tahun pertama adalah tentang fitrah/iman dan perkembangan fisik. Jadi aku lebih sering ikut kelas yang berhubungan dengan kesehatan dan tumbuh kembang anak. Tapi begitulah Allah, tetap saja sang maha kuasa menunjukkan jalan terbaikNya untuk pendidikan Kin. Allah sendiri yang pilihkan, mantapkan hati Ayah-Ibunya Kin tanpa perlu ada banyak opsi sekolah yang harus dipilih.

Ikut Open House SAC

Sampai pertengahan 2023, tujuan TK Kin adalah sekolah TK dekat rumah yang konsepnya semi outdoor jadi kelasnya terbuka gitu. Belum sempat survey (dan nggak ada niat survey 😅), hanya cari informasi dari tetangga yang anaknya sudah sekolah di situ. Yang pasti, aku nggak mau memberikan sekolah dengan kelas tertutup untuk Kin yang aku paham betul bukan tipe anak yang mau duduk diam anteng di dalam kelas. Aku nggak mau masa-masa perkembangan sensori motoriknya terhambat karena akses bergerak yang terbatas. Tujuannya agar dewasa nanti semua kebutuhan bergerak tersebut sudah terpenuhi sehingga dia akan menjadi pribadi yang wise, kalem, nggak caper ataupun baperan.

Pada suatu hari saat sedang bertugas menjadi volunteer bank sampah, aku ngobrol sama tetangga lalu dia memberikan info terkait sekolah alam di daerah sini. Aku inget banget beliau ngomong "coba deh kepoin sekolah alam cendekia Ndes, aku rasa itu cocok untuk kamu sama Kin". Thank you banget ya Mba 🫶. Aku langsung tertarik, mengingat Kin kalau ngaji aja kerjaannya tawaf muter di dalam mesjid. Duduk diamnya hanya pas ngaji aja. Kulanjut kepoin instagram sekolahnya, eh kebetulan akan Open House. Cus daftar dan ikut Open Housenya di tanggal 4 November 2023.

Saat ikut open house ini aku excited. Saat mendengarkan presentasi kurikulum yang ditawarkan serta fasilitas anak untuk mengakses alam dengan bebas, aku langsung bergumam "ini sekolah yang aku cari". Sudah pasti Kin mah happy, nangis nggak mau pulang, apalagi sekolah ini punya kolam ikan, makin terpesona dia😅.

Kin saat Open House

Next aku mengajukanlah perihal sekolah ini ke Bapak Suami. Alhamdulillah dibolehin ambil formulir. Dengan semangat aku berangkat ambil formulir dan kita bertiga mengikuti prosesi seleksi pendaftaran. Alhamdulillah Ayah acc Kin sekolah TK disitu dan Kin juga diterima. Tapi aku masih sedih karena suami masih keukeuh Kin SD di SD negeri. Dengan tidak bermaksud mengecilkan sekolah negeri (aku dan suami pun lulusan SDN kok), tapi aku pengen memberikan better experience untuk Kin dalam perkara sekolah. Kami orangtuanya nggak bisa mewariskan harta ataupun jabatan untuk Kin, tapi kami bisa mengusahakan sekolah terbaik yang kami mampu untuk bekal hidupnya kelak. Beberapa kontra yang kurasakan terhadap sekolah negeri itu :

  1. Kurikulumnya agak nggak wajar. Melihat materi dan soal-soal anak kelas 1-2 SD itu agak diluar nurul menurutku. 
  2. Kegiatan sekolah yang monoton. Datang, masuk kelas, belajar, pulang. Fitrah dasar anak untuk bergerak bebas, mencoba berbagai kegiatan dan kontak dengan alam kurang difasilitasi.
  3. Jajanan penuh pemanis, perasa, pengawet, pewarna dan micin bertaburan bebas tak terkontrol di depan sekolah. Cape banget nanti ku harus bertarung melarang Kin jajan ini itu (sementara teman sekolahnya bisa bebas jajan). Nggak lucu dong di rumah ditanamkan pola makan sehat, nyampe luar dapat asupan sampah. Nggak sanggup juga menghadapi Kin yang akan sering sakit karena paparan jajanan seperti itu. Beda cerita kalau nanti anaknya sudah SMP, minimal sudah bisa memahami larangan ibunya (dengan harapan sudah terbiasa juga).
  4. Kurikulum adab. Nggak seperti SDIT atau sekolah Kin, SDN biasanya nggak fokus dalam menanamkan adab dalam keseharian anak. Paling salam sama guru dan berdoa pagi-pulang sekolah. 
Mohon jangan dijumroh ya pertimbanganku. Nggak papa banget kok sekolah di SDN jika itu pilihanmu. Pilihanku ini based on pengalamanku sekolah di SDN. Maka aku mengusahakan Kin untuk mengalami momen yang lebih baik dariku. Lalu kemarin suami nanya tentang SD di sekolah Kin dan bilang Kin boleh lanjut SD disitu. Aku langsung berkaca-kaca bahagia sekali ya Allah Alhamdulillah. Nggak sia-sia tiap sholat berdoa agar Kin mendapatkan sekolah sesuai fitrah tumbuh kembangnya. Nggak cuma fokus ke akademik, tapi juga membangun mental, daya tahan, inisiatif, kemandirian, rasa percaya diri, keinginan mencoba hal baru, kemampuan wirausaha dan banyak lagi untuk bekal dewasanya kelak. 

Apa sih Sekolah Alam itu?

Holistic Curriculum

Sekolah Alam ini punya Holistic Curriculum yang mana merupakan perpaduan kurikulum Diknas dan kurikulum Sekolah Alam. Anak akan mendapatkan NISN di sekolah Kin. Sekolah Alam Kin khusus untuk yang beragama Islam sehingga menurutku mirip dengan SDIT tapi pelajarannya nggak seberat SDIT yang persentase pelajaran agamanya cukup besar. Poin yang aku suka dari sekolah alam adalah :


  1. Basic skill. Seperti mencuci piring, memasak, dan pekerjaan basic lainnya yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Nggak pandang laki-laki atau perempuan, semua anak harus bisa. Ini penting, karena saat berumah tangga nanti, laki-laki harus paham pekerjaan rumah itu bukan tugas perempuan tapi tugas bersama.
  2. Life skill. Pelajaran how to survive in life. Ngeh nggak sih jaman sekarang kalau ngandelin akademis doang sulit survive, mesti harus punya nilai plus. Lulusan S1 dan S2 bertebaran seperti kacang goreng dan nggak sedikit yang sulit memiliki pekerjaan yang layak.
  3. Stimulasi motorik kasar dan halus. Terutama anak TK ya, umur mereka itu adalah umur stimulasi. Masa-masa menyambungkan syaraf di otak dan di seluruh tubuh. Jika masa ini terlewatkan, there is no second chance. Inilah pentingnya siap menjadi orangtua, kita bukan cuma dituntut mampu membiayai anak tapi juga mampu membaca kebutuhan anak di setiap tumbuh kembangnya. Gurunya Kin itu kalau Kin pulang sekolah akan ngomong "Sampai jumpa besok. Besok kita main lagi ya". Because.. Everyday is holiday, everyday is adventure. Untuk usia preschool, cara belajar itu ya dengan bermain.
  4. Day camp. Kembali ke alam adalah healing tools bagi kami ayah dan ibunya Kin. Terasa banget nikmatnya back to nature itu. Jadi memberikan momen itu kepada Kin bersama teman-temannya lalu mereka sholat bersama beratapkan langit pasti seru sekaliiii.
  5. Adab. Salah satu contoh yang aku notice selama seminggu menemani Kin adalah anak tidak hanya diajarkan menghormati guru tapi juga sebaliknya. Jadi kalau salaman sama Ibu/Bapak guru, anak cium tangan Ibu/Bapak guru lalu gantian Ibu/Bapak guru mencium tangan anak. Melting liatnya, bagaimana anak sebagai manusia dihargai tanpa pandang usia. Sementara di sekolah konvensional tuh kita dituntut patuh sama guru, menghargai guru, blablabla sementara sebaliknya belum tentu. Ini akan menjadi bekal tumbuhnya rasa percaya diri anak karena merasa dihargai sedari dini.

Tumbuh kembang anak itu bertahap, bukan ujug-ujug masalah akademik. Jika pilar tahapan dari awal nggak kokoh, bisa saja kelak dia oke secara akademik tapi secara psikologis bermasalah. Sering toh kita bertemu manusia dewasa yang brilliant otaknya tapi minus kelakuannya.


Porsi 80% nya ini dimatangkan dulu. Dengan bekal 80% itu, porsi 20% nya akan mulus lancar inshaallah. Anak-anak sekolah alam itu biasanya kalau dilepas di suatu tempat dia punya mental yang oke untuk cari jalan pulang sendiri.


Slow but sure. Buat orangtua yang nggak sabaran sih bakalan nanya trus. Udah belajar apa? Kok nggak belajar sih? Cuy please, hal kecil yang menurut kita orang dewasa nggak matters itu buat anak kecil berarti sekali. Lebih cepat tidak berarti lebih baik. Aku berharap, saat orangtua Kin tua dan renta nanti, Kin bisa sabar menghadapinya sebagaimana kami berusaha sabar mendidiknya.

“Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu sabar dan tidak tergesa-gesa.”(Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 586. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Menurutku ini alasan orang jaman dulu bisa pinter tapi mentalnya baja. Masa eksplore dunia di masa kecilnya terfasilitasi dengan baik oleh alam, tanpa intervensi akademik yang bikin kepala mumet. Bisa kita lihat gen Z yang dibilang pinter tapi banyak yang komplain katanya bermental lemah. Karena apa? Karena pressure akademik yang tinggi sementara pleasure explore di masa kecilnya nggak difasilitasi. Dituntut belajar, belajar, belajar. Gimana nggak kena mental. 

Anak SD kelas 6 di sekolah alam tuh punya project biasanya untuk kelulusan. Ngeri, udah macem syarat lulusku di sekolah kejuruan SMK aja dulu 😂. Makanya cuma butuh sabar untuk membersamai anak dan fasilitasi tools sesuai umurnya.


Bagian depan sekolah yang bebas dari pedagang

Tentu banyak lagi ya penawaran yang sekolah Kin berikan. Kalau ditulis semua rasanya terlalu panjang. Next artikel saja aku tuliskan dalam bentuk testimoni setelah Kin mengalaminya sendiri. Tapi diantara semua itu ada beberapa pertimbangan lainnya yaitu :
  1. Regulasi makanan. Semua anak hanya mengkonsumsi bekal dari rumah atau ikut catering sekolah (jika mau). Jajanan kemasan dan ultra proses diharapkan tidak dibawa ke sekolah plus tidak boleh membawa uang jajan. Kita tidak akan bisa menemukan pedagang di area depan sekolah. Ini benar-benar menenangkan hatiku sih. Nggak papa deh pusing mikirin bekal, dari pada pusing Kin batuk, pilek, asma, diare karena jajanan.
  2. Environment. Area sekolah yang didominasi tanah dan jalanan yang nggak rata, banyak pohon, ada kolam dan binatang peliharaan untuk anak eksplor. Environment seperti ini yang aku cari, mengingat tinggal di kompleks itu akses ke alamnya terbatas. Semua serba aspal dan beton. Nggak ada pohon yang bebas dipanjat atau kubangan untuk dikorek-korek. Sedih sih dibandingkan jaman kecilku dulu. Dulu biarpun sekolah di SDN, pulang sekolah tuh ratusan meter area di belakang rumah nenek yang masih hutan bisa aku eksplor. Setiap hari gali-gali tanah nyari fosil, manjat pohon, nyari jamur di batang kayu bakar nenek, ngambil ulat di daun pisang, nangkap ikan, everyday is stimulation day 😀
  3. Pakaian nyaman. Sekolah tanpa seragam dan sepatu. Jadi anak bisa menggunakan pakaian ternyaman mereka selama menutup aurat. Dengan sandal, anak jadi mudah melepas alas kaki untuk menginjak tanah langsung. Apalagi laki-laki ya, survival skill nya harus jalan, nggak bisa tuh jijikan, nggak mau nginjek tanah, nggak mau kena lumpur. 
  4. Guru laki-laki. Karena anakku laki-laki, aku ingin memberikan guru dengan gender yang sama untuk Kin. Karena kalau di rumah Kin itu kan banyak bersama ibunya, teman di area rumah juga banyak perempuan, guru ngaji pun perempuan. Beruntung sekali bisa menemukan sekolah dengan guru laki-laki (nggak banyak lho laki-laki yang bersedia menjadi guru TK dan SD). Seingetku guru TK ku perempuan semua dan guru SD ku yang laki-laki hanya guru olahraga.
  5. Bonus : jalanan ke sekolah Kin itu penuh pohon di kanan kiri. Areanya ramai tapi nggak macet.

Kata kunci : siap menjadi orangtua

Peduli terhadap alam adalah salah satu poin yang aku highlight. Aku tuh suka sedih melihat lapangan basket dan taman bermain di kompleks yang penuh sampah. Rasanya anak-anak tuh hanya di suruh sekolah dan les berbagai macam tapi tidak diajarkan PEDULI sama lingkungan sekitar. Sesimple membuang sampah pada tempatnya 🥲.

Meeting Lesson Plan - 21 Juli 2024

Saat meeting lesson plan kemarin, aku ter-WOW dengan cara belajar yang diterapkan. So much fun, kalau kata Blippi. Jadi anak tuh akan belajar learning by doing, not text book.  Sekian perjalanan Ibu-Ayah Kin dalam menghantarkan Kin memasuki dunia sekolahnya. Semoga Allah ridho dan mudahkan tugas kami menjalankan amanahNya dalam mendidik Kin. Aamiin Allahumma Aamiin.

Tiga Masalah Lambung

 


Assalamualaikum...

Aku izin sharing rangkumanku terkait tiga jenis masalah lambung yang sering dikeluhkan orang-orang. Sumber masalah lambung itu selain urusan fisik juga terkait dengan urusan emosi. Ada emosi yang bisa melukai lambung yaitu perasaan cemas, khawatir, anxiety yang akarnya dari perasaan "unsafe". Sementara basic needs digestive system kita adalah nourishment dan calmness. Pencernaan kita itu butuh nutrisi (bukan makanan yang banyak) dan ketenangan. Ibu-ibu sepertiku banyak nih yang menderita masalah lambung karena kita para Ibu ini sering sekali merasa cemas. Entah karena urusan rumah, urusan anak, dll. Koneksi antara emosi dengan tubuh fisik bisa dilihat dari hubungan emosi dengan jari yaitu :

  • Jari jempol : sedih, stress
  • Jari telunjuk : takut, panik
  • Jari tengah : marah, benci, kecewa
  • Jari manis : cemas, khawatir
  • Jari kelingking : tidak percaya diri, merasa bersalah, merasa tidak berdaya
Faktanya, saat eksimku kumat seringnya kumat diantara jari manis dan jari tengah. Si cemas dan si kecewa :')

Berbagai jenis dispepsia by patient.gastro.org

Nama lain dari gangguan pencernaan atau masalah lambung adalah dispepsia. Tiga masalah lambung yang akan Aku bahas adalah maag, GERD dan pencernaan lemah yang banyak diderita manusia modern. Kenapa? Karena jaman sekarang semua serba instan dan cepat-cepat-cepat. Makanan instan, semua hal dikerjakan serba buru-buru, multitasking. Ketiga masalah lambung ini bukan nama penyakit ya Gutmaters, melainkan gejala dari penyakit. 

A. Maag

Gejala maag by nakedpress.co

Maag disebut juga sebagai tukak lambung. Kondisi ini terjadi saat mukosa lambung terluka dan meradang. Aku sering mengibaratkannya seperti mulut sedang sariawan, perih banget pasti setiap bersentuhan dengan makanan atau minuman. Mengutip dari my.clevelandclinic.org, penyebab luka pada lambung adalah :

  • Adanya masalah emosional, seperti kecemasan atau depresi
  • Infeksi bakteri Helicobacter pylori
  • Efek samping penggunaan obat antiinflamasi non-steroid
  • Terlalu banyak makan
  • Kelebihan berat badan
  • Makan terlalu cepat, tidak dikunyah dengan proper
  • Mengonsumsi makanan berminyak, berlemak dan pedas
  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein dan soda
  • Mengonsumsi cokelat berlebihan

Sedangkan gejala maag berupa :
  • Cepat merasa kenyang saat makan dan rasa kenyang berkepanjangan setelah makan
  • Mual
  • Kembung pada perut bagian atas
  • Sering bersendawa
  • Ada titik perih di perut, terletak di perut bagian atas, antara tulang dada dan pusar, agak ke kiri yang muncul ketika atau setelah makan
  • BAB berwarna gelap, lengket, dan seperti tar

Jika Gutmaters memperhatikan, obat maag rata-rata adalah antasida alias obat dengan pH basa/alkali (pH 7.3 - 8.5) yang bertujuan menetralkan asam lambung agar luka pada lambung tidak terasa terlalu perih. Sayangnya pH lambung yang dinetralkan akan berdampak bagi lemahnya pertahanan lambung. Lambung didesain sangat asam agar mampu mencerna makanan dengan efektif dan mencegah bakteri patogen tumbuh subur. Kebanyakan bakteri patogen tidak mampu bertahan hidup dalam kondisi pH lambung yang asam. Jadi seperti lingkaran setan ya? Maag kumat - asam lambung dinetralkan dengan obat antasida - bakteri patogen tumbuh subur - maag tambah sering kumat. 🥲

B. GERD

GERD by freepik

GERD (gastroesophageal reflux diseaseadalah masalah yang terjadi pada katup lambung yang biasanya diakibatkan oleh overgrowth bakteri candida lalu mereka berkumpul di sekitar katup lambung (sfingter esofagus) sehingga katup tersebut tidak bisa menutup dengan sempurna. Orang dengan GERD biasanya adalah orang dengan LSA (low stomach acid) alias orang yang kekurangan asam lambung. pH lambung itu sekitar 2.5-3.5, jika lebih tinggi maka bakteri patogen akan mudah berkembangbiak. Berdasarkan kelas Digestive Enzime, orang dengan GERD biasanya akan terbantu dengan mengkonsumsi :
  1. Enzim pencernaan
  2. HCl atau asam
  3. Perasan jahe, jeruk nipis dan garam
  4. Cuka
Aku adalah orang dengan GERD yang sangat terbantu dengan konsumsi air cuka apel setiap pagi hari saat perut kosong. Begitu juga saat bangun tidur siang dan mulut terasa asam, aku juga biasanya mengkonsumsi air cuka atau buah-buahan untuk meredakan rasa mual dan asamnya.

Lemon, jeruk nipis ataupun cuka itu bersifat asam (pH 2) tapi setelah dimetabolisme tubuh akan bersifat alkali (pH diatas 7) di perut. Oleh karena itu saat GERD terasa, pH alkali ini akan membantu meredakan asam lambung yang naik ke tenggorokan. Jadi seperti pertolongan pertama saat GERD kumat ya, bukan metode penyembuhan. 
Penyebab GERD dan gejalanya by freepik

Mengutip dari mayoclinic.org, berikut beberapa gejala GERD :
  1. Sensasi terbakar di dada
  2. Rasa asam di tenggorokan
  3. Nyeri perut bagian atas atau dada
  4. Kesulitan menelan, disebut disfagia
  5. Sensasi mengganjal di tenggorokan
  6. Batuk-batuk
  7. Radang tenggorokan karena asam
  8. Asma. Jika partikel asam masuk ke saluran udara, hal itu dapat membuatnya berkontraksi dan memicu gejala mirip asma, seperti batuk kronis, mengi, dan sesak napas.

Hal-hal yang memicu GERD :
  1. Merokok, asap rokok
  2. Makan dalam porsi besar atau makan larut malam
  3. Langsung berbaring setelah makan
  4. Makanan berlemak atau gorengan
  5. Makanan asam
  6. Alkohol atau kopi
  7. Mengonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya aspirin
Kunci utama mencegah GERD adalah mengkonsumsi probiotik dan prebiotik rutin setiap hari. Biar bakteri yang berkumpul di katup lambung itu dihajar sama bakteri baik dari probiotik sehingga jumlahnya bisa terkendali.

C. Pencernaan Lemah

Di TCM (traditional chinese medicine) sering dibahas tentang api pencernaan yang lemah atau pencernaan yang dingin. Banyak makan sayuran mentah juga bisa membuat pencernaan dingin. Karena pencernaan butuh panas dan energi untuk mencerna makanan. Ciri pencernaan lemah berupa begah, kembung hingga nyeri ulu hati. Bisa dilihat dari BAB yang keras, ambyar atau makanan tidak tercerna sempurna seperti makan kangkung keluar kangkung.

Bang Daurie said, power pencernaan itu short chain fatty acid (SCFA) yang merupakan hasil olahan dari makanan berserat tinggi dan karbohidrat komplek seperti sagu, bijib-bijian, ubi, kentang, shorgum, pisang, sayuran dan buah-buahan. 

Dari segi mikro nutrisi, power pencernaan bersumber dari kalium. Jadi makan sayur dan buah bukan cuma memberi tubuh asupan prebiotik dan melancarkan pencernaan tapi juga menghasilkan SCFA untuk tenaga pencernaan dalam meremas makanan di usus kecil dan usus besar.

Kesimpulan 

Pada artikel ini aku tidak akan membahas pengobatan masalah lambung ya Gutmaters. Karena aku tidak berkompetensi dalam hal tersebut. Aku mencoba mengajak berkenalan dengan gangguan lambung agar kita bisa sama-sama lebih mindful dalam manajemen emosi dan saat mengkonsumsi makanan. Beberapa hal yang bisa aku sarankan adalah :
  1. Makan tanpa distraksi. Mindful, hanya kita dan makanan kita. Dikunyah perlahan dan sebanyak 40 kunyahan seperti sunnah Rasulullah SAW jika memungkinkan.
  2. Konsumsi real food, hindari makanan instan.
  3. Konsumsi probiotik dan prebiotik. Probiotik adalah asupan bakteri baik, seperti mengirim tentara bantuan bagi gut flora kita. Prebiotik adalah makanannya si probiotik ini. Jadi kita kirimkan tentara berserta bekal hidupnya.
  4. Berusaha tenang dalam situasi apapun. Guruku pernah berkata, "saat sakit, ketenangan adalah setengah dari kesembuhan". 
  5. Makan di jadwal yang teratur dan sesuai dengan jam sirkadian tubuh agar tubuh bisa mencernanya dengan maksimal.
  6. Salah satu cara untuk membantu memulihkan luka pada lambung dan memberikan tenaga pada pencernaan adalah dengan rutin mengkonsumsi broth yang akan memberikan seal pada permukaan lambung. Belinya bisa di @gutmate.id lho 🤗, Bone Broth dengan harga terjangkau yang dimasak dengan sayuran organik dan panci SS 316Ti


Sebagai penutup, memperbaiki kondisi pencernaan itu nggak bisa instan ya Gutmaters. Butuh waktu 6 sampai 2 tahunan untuk bisa sampai dinyatakan pulih total berdasarkan pengalaman Bang Daurie menemani para pasien. Jadi nggak ada tuh pil sakti yang bisa mengobati pencernaanmu. Benar-benar harus merubah habit dan makanan yang dikonsumsi. Tetap semangat ya... semoga Allah mudahkan prosesnya bagi yang sedang berjuang untuk sehat.

Sumber :

  1. Kelas Digestive Inflammation by Wholisticgoodness
  2. Sharing Bang Daurie Bintang di WAG-FWF
  3. patient.gastro.org
  4. nhs.uk
  5. my.clevelandclinic.org
  6. mayoclinic.org
  7. niddk.nih.gov

Catatan Perjalanan Belajar Holistic Healing

Bismillahirrahmanirrahim...


Mari membuka tahun yang baru dengan membuat satu tulisan baru di blog ini. Dengan harapan bisa konsisten membuat minimal satu artikel dalam satu bulan. Setelah aku cek, ternyata tahun 2023 aku nggak membuat postingan sama sekali di blog ini. Sungguh sangat tidak produktif, hiks. Kali ini aku mau bercerita tentang perjalanan hijrahku ke dunia holistik. Tentu saja trigger utamanya adalah anak bujangku. Berbekal keinginan untuk memperbaiki nafsu makan dan kesehatannya, aku akhirnya nyemplung ke berbagai kelas kesehatan holistik.

Kelas pertama

Kelas holistik pertama yang aku ikuti adalah kelas basic kesehatan dari Ikarie group di Oktober 2020. Saat itu anakku, Kin berumur dua tahun. Nafsu makannya tidak terlalu baik sejak umur satu tahun dan aku aku semakin khawatir nutrisinya tidak tercukupi dengan baik setelah Kin lulus ASI dua tahun. Tapi mungkin Allah belum memberiku jalan untuk mengamalkannya dengan baik karena setelah kelas belum ada perubahan yang berarti dan aku pun belum konsisten menerapkan ilmunya.

Perubahan besar mulai terasa setelah aku mengikuti kelas pertama di Wholisticgoodness pada 20 November 2021. Series "Food for Healing" yang terdiri dari lima kelas. Kelas yang membuka mataku tentang apa sih sehat itu? Apasih asupan yang benar itu? Apasih hal pertama yang harus aku perbaiki untuk kesehatan anakku? Makanan yang selama ini aku kira sehat ternyata malah menyakiti perut anakku.

Kelas pertamaku di Wholisticgoodness

Tentunya nggak ujug-ujug ikut kelas ya. Dimulai dari pertengahan tahun 2020 aku join grup whatsapp yang membahas tentang skincare (WLS - white label skincare) karena aku dulu pecinta skincare garis keras. Di WAG itu sering berseliweran informasi tentang kelas-kelas Wholisticgoodness. Awal-awal lihat info kelasnya ngerasa kok mahal ya, mau ikut rasa sayang uangnya. Lalu berseliweranlah testimoni dari orang-orang yang sudah ikut kelasnya. Akhirnya memberanikan diri ikut kelas di akhir 2021 dalam rangka ikhtiar untuk perbaikan kesehatan anakku. Trus nagih pengen terus belajar sampai sekarang.

Dari Wholisticgoodness aku bertemu dengan berbagai kelas lainnya seperti @kelasbubby dan @asysyifaaholisticmedical yang sama kerennya. Perk of digital life, ibu rumah tangga sepertiku jadi bisa belajar dari rumah saja. Salah satu dampak positif pandemi Covid, cara belajar yang berubah menjadi daring. 

Testimoni kelas-kelas Wholisticgoodness

Sampai saat ini aku sudah mengikuti 16 judul kelas di Wholisticgoodness. Beberapa malah sudah reseat ulang. Testimoniku tentang kelas-kelas ini adalah harusnya ilmu yang ada di Wholistisgoodness ini jadi materi wajib di bangku sekolahan. Aku nggak melebih-lebihkan, aku bukan juga affiliate Wholisticgoodness yang sedang iklan. Cuma pengen sharing manfaat dari ilmu-ilmu tersebut Masyaallah tabarakallah sekali. Worth every penny. Semuanya aplicable dalam kehidupan sehari-hari. Aku nggak pernah merasa buang uang sia-sia setiap selesai kelasnya. Yang mau kepo kelas-kelasnya silakan meluncur ke instagram @wholisticgoodness. Inshaallah kalau dikasih waktu dan kesempatan sama Allah aku akan merangkum setiap kelasnya di blog ini. Sebagai resume hasil belajarku juga. Semoga Allah mudahkan.

Testimoni keduaku adalah kondisi kesehatan anakku yang dengan izin Allah membaik, jarang sekali muncul beruntusan lagi, nafsu makannya jauh membaik, konsistensi BABnya membaik (yang mana dulu selalu ambyar), berat badannya naik bertahap dan Alhamdulillah ala kulli haal jarang sekali sakit. Tentunya aku masih terus berproses, masih jauh dari sempurna. Tapi aku selalu ingat pesan Mba Vidya, guruku di Wholisticgoodness, 

"Jangan pernah mengejar kesempurnaan. Lakukan semaksimal yang kita mampu saat ini. Hasil itu bagian Allah, bagian kita adalah ikhtiar lalu tawakal"

 Baca juga : Penanganan Luka Dermatitis Dishidrotik (Eksim Pompholyx) dengan Plester Hidrokoloid

Testimoni ketigaku adalah dermatitis dishidrotikku yang sudah jarang muncul. Aku juga sempat punya masalah sebopsoriasis yang muncul saat proses menyapih anakku yang ternyata terkait dengan rasa kesedihan saat proses penyapihannya. Bisa dibaca pada link di bawah ini.

Baca juga : Apa sih Sebopsoriasis itu? Ini Cerita Sebopsoriasisku

Kendala saat hijrah ke dunia kesehatan holistik

Tentu setiap kemudahan datang dengan pasangannya berupa kesulitan. Bukan berarti menerapkan ilmunya semudah join kelasnya. Tentu tydac ferguso... 
Berikut beberapa kendala yang aku rasakan dalam proses hijrah ini. Mungkin kamu yang sedang hijrah juga merasakan kepusingan-kepusingan ini. Share dong bagaimana kamu deal with it...

  1. Overwhelmed. Aku yang awalnya buta banget A-Z terkait kesehatan holistik, tiba-tiba dihadapkan dengan 5 series kelas yang padat ilmu. Aliran informasinya kayak hot lava, deras dan panas. Langsung panik dan rudet, "yang mana dulu ini yang harus dibenerin????". Satu-satunya cara adalah pasrah dan memulai dari yang paling urgent dan paling mudah dilakukan.
  2. Money. Sepele tapi berasa sekali ini wkwkwk. Hijrah ke hal-hal yang thayyib itu nyatanya memang tidak semudah teori di kelas. Dunia kita yang sudah sistemik dipenuhi dengan hal-hal instan yang merusak kesehatan ini membuat apa-apa yang harus diganti itu terasa mahal. Lagi dan lagi serahkan pada Allah. Kalau Allah tahu kamu butuh, pasti Allah mampukan.
  3. Circle. Salah satu guru di grup whatsapp, Bang Daurie pernah bilang kalau orang-orang yang belajar holistik healing itu adalah orang-orang yang sakit. Ya memang benar, karena kita sedang mencari kesembuhan. Oleh karena itu pintar-pintarlah memilih circlemu. Jangan telan mentah-mentah semua infromasi. Pastikan kredibilitas yang memberi informasi terlebih dulu.

Turunkan ekspektasimu

Setelah ikut kelas itu pasti aja akan ada list goal yang ingin dicapai dalam rangka menerapkan ilmunya. Tapi kadang list ini malah memberikan pressure yang bisa bikin hidup mumet. Sejak dua tahunan ini belajar, aku mulai memahami bahwa dari list tersebut aku bisa membuat prioritas. Mana yang bisa aku terapkan sekarang mana yang "ntar dulu deh gapapa". Karena kalau ekspektasi terlalu tinggi, mimpinya terlalu jauh untuk dicapai, rasanya akan sulit dan malah jadi nggak dieksekusi sama sekali.

Salah satu contoh yang terberat adalah terkait panci sultan, Saladmaster. Awal-awal ikut kelas langsung denial aku nggak butuh panci itu. Makin kesini ternyata manfaat yang diberikan memang sebaik itu cuma ya Allah mahal pisan, rasanya tak mampu. Tapi apasih yang nggak mungkin kalau Allah kasih izin. Di akhir 2023 aku berhasil meminang satu panci tersebut untuk bekal membuat meat stock dan bone broth untuk keluargaku.
Saladmaster pertamaku

Tentunya karena kebaikan Miss @hellomissbunny dan dengan cara menurunkan ekspektasiku. Aku merelakan membuat meat stock selama setahun terakhir ini dengan bahan baku yang aku beli di warung biasa aja. Bukan daging atau sayur seperti tahun pertama aku memperbaiki pencernaan Kin yang segalanya aku usahakan serba organik. Nggak papa, Inshaallah pencernaan Kin sudah jauh membaik setahun kebelakang dan kelak panci ini akan aku pakai seumur hidup bahkan bisa aku wariskan untuk Kin kelak. Mengalah demi investasi jangka panjang.

Karena bukan anak sultan, semua bahan makanan, skincare dan sebagainya tentu aku ganti bertahap. Pada kenyataannya aku jadi melihat bahwa kebutuhanku di dunia ini nggak sebanyak itu. Misal dulu  aku menggunakan 10 steps skincare, pas beralih ke skincare organik dan tahu apa kebutuhanku, aku cuma butuh 4 dari 10 steps tersebut. Hemat 6 steps ternyata gais. Jadi aku pun belajar merubah sudut pandang dalam memahaminya, tidak lagi melihat harga per item barang. Tapi dihitung benefit dan resiko kesehatan jangka panjangnya.

Kesimpulan

Tadinya mau pendek aja artikel pembuka tahun 2024 ini. Ternyata panjang kali lebar juga. Semoga maksudnya tersampaikan dengan baik ya. Aku senang sekali jika kamu yang membaca berkenan untuk berdiskusi di kolom komentar. Sungguh tidak ada niat pamer sama sekali karena akupun merasakan jatuh bangun sulitnya switching ke hal-hal yang lebih thayyib itu. Sama sekali nggak mudah, sama sekali nggak murah, godaan setan dimana-mana. Tapi minta tolong aja sama Allah untuk dimampukan. Itu jalan termudah menurutku. Semoga Allah mudahkan urusan kita ya :)

*30 Desember 2023 aku ikut kelas Syncing with the Sun yang membuka mata betapa baiknya Allah memberi tools healing berupa sinar matahari yang gratis tis tis. Jadi healing bukan hanya perkara murah mahal kok, tapi mau mulai dan konsisten atau nggak :)