Perubahan Iklim dan Sebelas Aksi Nyata untuk Bumi



Apakah Kamu termasuk orang-orang yang peduli dengan perubahan iklim? Apakah Kamu merasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari? Untukku perubahan iklim merupakan isu yang penting untuk dipikirkan karena terasa banget efeknya dalam kehidupan sehari-hari. Saat cuaca berubah dengan cepat, biasanya akan membuat imunitasku melemah dan memicu peradangan eksimku. Hiks.
Faktanya kondisi lingkungan kita memang semakin mengkhawatirkan setiap harinya. Kabar baiknya semakin banyak juga orang yang peduli dan mulai mengambil aksi nyata #UntukmuBumiku untuk mengurangi dampak perubahan iklim dalam kehidupan sehari-hari. Apa kamu termasuk salah satu #TeamUpforImpact ?

A. Dampak perubahan iklim pada kehidupan sehari-hari

Aku sendiri baru mulai tergerak melakukan hal-hal kecil yang berhubungan dengan isu lingkungan dari rumah sejak 2019. Sejak aku mulai banyak membaca artikel dan mendengar kabar tentang isu lingkungan berseliweran di media sosial. Aku juga merasakan dampak perubahan iklim di lingkungan sekitar yang membuatku menyadari bahwa bumi tempatku tinggal tidak sedang baik-baik saja. Kalau diperhatikan dengan berkesadaran kita bisa kok merasakan dampak perubahan iklim bahkan dari rumah sendiri. Beberapa dampak perubahan iklim yang aku rasakan yaitu :

1. Perubahan cuaca ekstrim

Contohnya di bulan Ramadhan ini, di daerah rumahku dari pagi hingga jam makan siang biasanya panas super terik. Namun menjelang sore bisa tiba-tiba hujan petir. Kadang aku bingung apakah sekarang itu musim hujan atau musim kemarau. Rasanya cuaca campur aduk bahkan dalam satu hari. Kalau sudah begini imunitas jadi gampang drop. Kondisi seperti juga akan berpengaruh pada kehidupan para binatang dan pertanian yang bisa membuat para petani gagal panen.

2. Krisis air

Karena aku tinggal di Bogor mungkin akan aneh rasanya mendengar krisis air. Tapi nyatanya itu terjadi di kompleks mertua indah. Sangat terasa saat akhir pekan biasanya. Mungkin karena banyak orang yang sedang di rumah, jadi konsumsi air meningkat sehingga biasanya aliran air yang keluar dari keran menjadi kecil. Kalau di area dataran tinggi saja konsumsi air bersih ada yang terbatas, berarti ada yang salah dari sistem distribusi air atau malah sumber airnya.

3. Banjir

Bukan seperti banjir di Kalimantan yang tak kunjung reda sampai sekarang ya maksudnya. Tapi tidak jauh dari rumahku, mungkin sekitar 10 - 15 menit naik motor ada daerah yang jika hujan lebat dengan durasi yang lama bisa membuat area tersebut tergenang air hingga setinggi betis. Aku tinggal di Bogor dan rasanya aneh mendengar lokasi yang ada di dataran tinggi terkena banjir. Efek penumpukan sampah dan drainase yang buruk bisa banget merusak sirkulasi air di alam ya. :(

4. Pandemi Covid-19 

Aku melihat pandemi Covid-19 ini adalah cara Bumi untuk memaksa manusia slow down. Seperti penutupan berkala gunung yang bertujuan untuk pemeliharaan dan pemulihan kawasan dari eksplorasi manusia. Pandemi Covid-19 menutup akses hidup serba cepat yang kita miliki dahulu. Manusia dituntut untuk lebih banyak diam di rumah, mengurangi jejak karbon dan dipaksa hidup lebih bersih. Sisi posistifnya, manusia bisa lebih berkesadaran dalam menjalankan kegiatannya, lebih memiliki waktu intens atas apa yang sedang dikerjakan.

Mengutip pernyataan Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Bondan Andriyanu saat diskusi daring terkait polusi udara (10/08/21), memang benar bahwa selama pandemi Covid-19, pencemaran udara di DKI Jakarta menurun dibandingkan dengan kondisi tanpa pandemi. Karena kenyataannya aktifitas kita di luar rumah sangat berkurang dibandingkan sebelum pandemi. Pabrik atau perkantoran juga banyak yang menerapkan work from home (WFH) sehingga mengurangi jejak karbon harian.

B. Sebelas aksi untuk menjaga bumi


Awalnya aku tertarik dan mulai mempelajari pola hidup minimalis, kemudian belajar tentang decluttering yang ternyata mengarahkanku ke hidup zerowaste. Aku mulai berkenalan dengan akun instagram @zerowaste.id_official yang membawaku menemukan orang-orang hebat yang konsisten menerapkan gaya hidup zerowaste. Dari mereka aku mulai belajar menerapkan pola hidup minim sampah dan berkesadaran. Berikut sebelas aksi untuk menjaga bumi yang aku coba konsisten untuk dijalankan biarpun ya kadang bolong di sana sini. Tapi kalau sudah terbiasa, akan mudah kok untuk dilakukan karena semuanya bisa dimulai dari rumah sendiri.

1. Hemat listrik

Sumber : kominfo.go.id

Mari menggunakan listrik seminimal mungkin. Usahakan rumah memiliki jendela yang lebar agar sirkulasi udara dan cahaya bisa bebas masuk. Aku setiap hari membuka semua pintu (pintu teralis tertutup) dan jendela hingga sore hari. Mematikan semua lampu saat siang hari. Jika masih bisa menggunakan kipas angin atau exhaust, aku menghindari menggunakan AC. Mencabut colokan penanak nasi jika nasi sudah matang. Mencabut colokan saat peralatan elektronik sudah selesai dipakai. Tidak berlama-lama membuka pintu kulkas. Langkah kecil sepele ini jika rutin dilakukan akan memberi dampak yang besar #UntukmuBumiku.

2. Membawa kantong belanja dan botol minum

Sumber : aliansizerowaste.id

Salah satu program pemerintah yang bikin happy adalah aturan untuk tidak menggunakan plastik di swalayan atau supermarket. Kadang kita harus diberikan aturan untuk bisa berkesadaran ya. Dengan aturan seperti ini kita akan mulai terbiasa untuk tidak selalu bergantung pada plastik kresek. Tips dariku, letakkan kantong belanja di semua tas, motor atau mobil Kamu. Jadi setiap pergi dengan tas apapun, sudah tersedia kantong belanja di dalamnya jika sewaktu-waktu dibutuhkan atau tersedia di kendaraanmu. Untuk air minum, karena konsumsi air harianku banyak, aku biasanya selalu ingat untuk menyiapkan botol air minum untuk dibawa setiap akan bepergian. Sebagai ibu-ibu rasanya rugi harus mengeluarkan uang hanya untuk membeli air mineral yang melimpah tersedia di rumah. Belum lagi aku jadi berkontribusi menambah sampah kemasan plastik.

3. Memilah sampah dan menjadi volunteer atau nasabah bank sampah


Dokumentasi pribadi di bank sampah @krlcrvjagabumi

Memisahkan sampah basah dan kering adalah cara termudah manajemen sampah dirumah. Karena penumpukkan sampah kering dan basah di TPA akan menghasilkan gas metan yang sangat berbahaya untuk lingkungan sekitar dan berdampak besar pada perubahan iklim. Kamu bisa mulai memilah sampah di rumah, jika bingung monggo bisa dibaca artikel dibawah ini.


Aku bergabung menjadi #TeamUpforImpact sebagai volunteer bank sampah di lingkungan rumahku, dan membantu para nasabah saat kegiatan bank sampah dilaksanakan. Kamu juga bisa mulai menjadi #TeamUpforImpact dengan menjadi nasabah bank sampah di komunitas bank sampah di sekitar rumahmu. Saat menjadi nasabah, kamu akan mendapatkan edukasi gratis dari para volunteer tentang bagaimana tahapan memilah sampah yang baik di rumah. Menjadi nasabah bank sampah bisa menjadi bentuk tanggungjawab atas sampah yang kamu hasilkan sehingga jumlah sampah yang dibuang ke TPA akan berkurang karena sampah yang Kamu setorkan akan diolah kembali menjadi produk baru. Uang tabungan yang didapatkan dari hasil setoran sampah juga bisa Kamu manfaatkan untuk jajan bakso. Hehehe...

4. Menggunakan menstrual cup

Sumber : everydayhealth.com

Aku memutuskan berhenti menggunakan pembalut sekali pakai lalu menggunakan menstrual cup sejak 2019. Alasan utamanya adalah bahan kimia berbahaya yang terkandung di dalam pembalut. Alasan kedua adalah pembalut sekali pakai termasuk jenis sampah yang sulit sekali didaur ulang. Sampai sekarang aku sangat bersyukur dengan keputusan itu karena selain tidak pernah lagi menyumbang sampah pembalut, rasanya super nyaman dan tanpa ribet harus cuci-buang pembalut setelah dipakai. Praktis banget lho pakai menstrual cup itu karena dimana pun dan kapanpun gampang sekali proses pakai dan membersihkannya. Yang mau tanya-tanya tips dan triknya boleh banget chat di kolom komentar yuk!

5. Menggunakan bahan pembersih ramah lingkungan

Bahan kimia yang terkandung pada pembersih porselen itu sangat bisa merusakk lingkungan dan kulit sensitif sepertiku. Kulitku bisa langsung muncul eksimnya saat bersentuhan dengan pembersih porselen tersebut. Aku memutuskan beralih ke sabun lerak untuk urusan bersih-bersih, menyikat kamar mandi dan cuci piring di rumah. Selain murah, proses membuatnya pun sangat mudah. Dari 20 butir biji lerak, aku bisa mendapatkan 2.5L konsentrat sabun lerak. Sisa leraknya bisa di kompos atau dibuang ke tanah agar terurai secara alami. Jadi setiap bersih-bersih aku tidak khawatir eksim kumat dan limbahnya akan mencemari air dan tanah karena limbah sabun lerak sudah pasti bisa diurai secara alami oleh alam.

6. Kurangi jejak karbon

Sumber : geeksforgeeks.org

Apa sih jejak karbon itu? Kamu bisa baca artikel lengkapnya di bawah ini ya. Intinya sih jumlah karbon atau gas emisi yang dihasilkan dalam proses aktivitas manusia. Salah satunya dalam mengkonsumsi makanan. Makanan yang tumbuh lokal akan lebih sedikit butuh energi dalam pendistribusiannya hingga sampai ke tangan konsumen. Semakin jauh makanan itu datang, semakin besar energi yang dibutuhkan untuk mendistribusikannya, maka semakin tinggi gas emisi selama proses distribusi makanan tersebut. Tidak hanya makanan, produk lain pun sama. Karena itu yuk, gunakan produk selokal mungkin karena dengan memakai produk lokal juga akan membantu menaikkan perekonomian dalam negeri kita.
Jejak karbon juga bisa kita kurangi dengan cara menghapus data atau file yang sudah tidak dipakai. Unsubscribe email yang tidak terlalu bermanfaat. Membersihkan inbox dan recycle bin di email kita. Menggunakan dark mode pada layar gadget. Mematikan wifi saat tidur malam. Karena semua hal itu nyatanya mengambil energi dan menghasilkan emisi untuk bumi.

7. Berjalan kaki atau bersepeda

Sumber energi kendaran kita banyak dari bahan bakar fosil yang merupakan penghasil polusi tinggi di udara. Karena itu jika memang masih bisa ditempuh dengan sepeda atau berjalan kaki, yuk memilih untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor. Selain berkontribusi menjaga bumi, kita juga akan mendapatkan manfaat sehatnya.

8. Memanfaatkan air buangan AC dan menggunakan filter air

Daripada hanya dibiarkan terbuang ke jalanan lalu menguap, aku memanfaatkan air buangan AC untuk menyiram tanaman atau mengganti air aquarium ikan peliharaan. Dengan cara ini aku bisa mengurangi sedikit konsumsi air PDAM bulananku. 

Cara lain yang bisa Kamu lakukan di rumah adalah menggunakan filter air dibanding mengkonsumsi air galon jika memungkinkan. Beberapa bulan terakhir ini aku mengganti sumber konsumsi air minum harian keluarga dengan menggunakan filter air. Karena air PDAM di tempat tinggalku termasuk bersih, jernih dan tidak berbau, aku memutuskan untuk mengkonsumsinya langsung dengan menggunakan filter air. Hasilnya aku bisa memotong pengeluaran bulanan hingga 100 ribu dan bisa memasak dengan menggunakan air hasil filter bukan air langsung dari keran. Mantap!

9. Memenuhi rumah dengan tanaman

Dengan lahan rumah ya terbatas, aku memenuhi teras dengan tanaman hijau di pot dan menjadikan sirih sebagai tirai alami dari sinar matahari siang yang langsung menyorot ke rumahku. Tanaman ini membantuku mendapatkan suplai oksigen lebih banyak dan membuat hati dan suasana adem saat melihatnya. Back to nature is my addiction sih memang.



10. Menggunakan barang preloved

Yuk jajan atau titip jual di @zeroprelo

Sekarang sudah semakin marak ya dunia per-preloved-an ini. Orang-orang sudah tidak lagi memandang sebelah mata barang second hand. Sungguh kemajuan yang patut diapresiasi. Karena sebaik-baiknya barang yang paling berkah adalah yang digunakan sampai rusak. Jadi mari gunakan barang yang ada (entah baru atau bekas) agar bermanfaat hingga akhir. Aku juga termasuk orang yang maniak decluttering. Sekiranya ada barang di rumah yang cuma nongkrong aja nggak terpakai, biasanya akan aku hibahkan atau dijual di toko online barang prelovedku. Monggo silakan mampir ke instagram tokoku @zeroprelo, siapa tahu ada barang menarik yang bisa kamu manfaatkan atau mau titip jual barang yang nggak terpakai juga boleh :)

11. Membuat eco enzyme dan tepache

Sisa sampah di dapur selain bisa di kompos, biasanya aku gunakan sebagai bahan pembuat eco enzyme. Eco enzyme adalah bahan multifungsi yang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan di rumah. Sedangkan tepache biasanya aku buat dari sisa kulit nanas yang difermentasi menjadi minuman probiotik khas Meksiko yang super segar. Berikut dibawah ini adalah tabel contoh penggunaan eco enzyme di rumah.


Sumber : zerowaste.id

Inilah beberapa pengalamanku dalam melakukan aksinya nyata #UntukmuBumiku. Aku sadar aku hidup dari bumi ini. Kemana lagi aku dan anak cucuku akan pergi jika bumi ini menyerah untuk memberi. Masih banyak banget hal yang bisa kita dilakukan untuk bumi ini asal kita mau memulainya. Yuk mulai langkahmu, dari mana pun itu, sekecil apapun itu. Tanpa langkah kecil itu, kamu nggak akan pernah bisa sampai ke langkah besar selanjutnya.

Sumber :